Ruang Lingkup Metode Pembelajaran Discovery Learning, pembelajaran Inovatif 2 (pertemuan 9)

Dec 03,2019
Model discovery merupakan pembelajaran yang menekankan pada pengalaman langsung dan pentingnya pemahaman struktur atau ide-ide penting terhadap suatu disiplin ilmu, melalui keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran.

Kelebihan dan Kekurangan Model Discovery Learning Pemilihanmodel pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran harusdiiringi dengan suatu pertimbangan untuk mendapatkan suatu kebaikan ataupun kelebihan.

Hosnan (2014: 287-288) mengemukakan beberapa kelebihan dari model discovery learning yakni sebagai berikut.

a.Membantu siswauntuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan-keterampilan dan proses-proses kognitif.

b.Pengetahuan yang diperoleh melalui model ini sangat pribadi dan ampuh karena menguatkan pengertian, ingatan, dan transfer.

c.Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah.

d.Membantu siswamemperkuat konsep dirinya, karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lain.

e.Mendorong keterlibatan keaktifan siswa.

f.Mendorong siswaberpikir intuisi dan merumuskan hipotesis sendiri.
g.Melatih siswa belajar mandiri.
h.Siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar, karenaia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir.
Hosnan (2014: 288-289) mengemukakan beberapa kekurangan dari model discovery learning yaitu :

(1) menyita banyak waktukarena guru dituntut mengubah kebiasaan mengajaryang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing

(2) kemampuan berpikir rasional siswa ada yang masih terbatas,

(3) tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini.Setiap model pembelajaran pasti memiliki kekurangan, namun kekurangan tersebut dapat diminimalisir agar berjalan secara optimal.
Langkah-langkah Model Discovery Learning Pengaplikasian model discovery learning dalam pembelajaran, terdapat beberapa tahapan yang harus dilaksanakan.

Kurniasih&Sani (2014: 68-71) mengemukakan langkah-langkah operasional model discovery learning yaitu sebagai berikut. a.Langkah persiapan model discovery learning

1)Menentukan tujuan pembelajaran.

2)Melakukan identifikasi karakteristik siswa

3)Memilih materi pelajaran

4)Menentukan topik-topik yang harus dipelajari siswasecara induktif.

5)Mengembangkan bahan-bahan belajar yang berupa contoh-contoh, ilustrasi, tugas, dan sebagainya untuk dipelajari siswa.

b.Prosedur aplikasi model discovery learning

1) Stimulation (stimulasi/pemberian rangsang)

Pada tahap ini siswa dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungan, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

2) Problem statemen(pernyataan/identifikasi masalah)

Guru memberikan kesempatan kepada siswauntuk mengidentifikasi masalah-masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis.

3) Data collection(pengumpulan data)

Tahap ini siswadiberi kesempatan untuk mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara, melakukan uji coba sendiri untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis.
4)Data processing (pengolahan data)

Pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh siswa melalui wawancara, observasi dan sebagainya. Tahap ini berfungsi sebagai pembentukan konsep dan generalisasi, sehingga siswaakan mendapatkan pengetahuan baru dari alternatif jawabanyang perlu mendapat pembuktian secara logis.

5) Verification (pembuktian)

Pada tahap ini siswa melalakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif dan dihubungkan dengan hasil pengolahan data.

6) Generalization (menarik kesimpulan)

Tahap generalisasi/menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.

Karakteristik model pembelajaran discovery learning
  1. Membantu siswa untuk memperbaiki dan meningkatkan keterampilan dan proses kognitif
  2. Menimbulkan rasa senang pada siswa karena tumbuhnya rasa menyelidiki dan berhasil
  3. Memungkinkan siswa berkembang dengan cepat dan sesuai dengan kecepatannya sendiri
  4. Menyebabkan siswa mengarahkan kegiatan belajar sendiri dengan melibatkan akal dan motivasi sendiri
  5. Membantu siswa memperkuat konsep dirinya karena memperoleh kepercayaan bekerja sama dengan yang lainnya
  6. Membantu siswa menghilangkan skeptimisme (keragu-raguan) karena mengarah pada kebenaran yang final dan tertentu atau pasti
  7. Mendorong siswa untuk mengerti konsep dasar dan ide-ide lebih baik
  8. Membantu dan mengembangkan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru
Contoh materi pembelajaran di SMK yang cocok diterapkan Discovery Learning: Mata pelajaran : ยท

Mata pelajaran strategi pemasaran materi analisis SWOT